Jumat, 09 April 2010

HIPOGLIKEMI


Nama             : Yunitasari
Nim                : 04.07.1831
Kelas              : F/KP/VI


HIPOGLIKEMI

I.             PENGERTIAN
Hipoglikemi merupakan suatu keadaan dimana gula dalam darah menurun atau kurang dari normal.

II.          ETIOLOGI
1.      Hipoglikemi pada DM stadium dini
2.      Hipoglikemia dalam rangka pengobatan DM
a.           Penggunaan insulin
b.          Penggunaan sulfonilurea
c.           Bayi yang lahir dari ibu pasien
3.      Hipoglikemia yang tidak berkaitan dengan DM
a.    Hiperinsulinisme alimenter pasca gastrektomi
b.    Insulinoma
c.    Penyakit hati berat
d.    Tumor ekstra pankreatik : fibrosarkoma
e.    Hipo putiutarisme

III.       FAKTOR PREDISPOSISI :
Faktor predisposisi terjadinya hipoglikemi pada pasien yang mendapat pengobatan insulin atau insulinuria :
1.      Faktor yang berkaitan dengan pasien
a.       Pengurangan atau  keterlambatan makan
b.      Kesalahan dosis obat
c.       Latihan jasmani yang berlebihan
d.      Perubahan tempat suntikan insulin
e.       Penurunan kebutuhan insulin
f.       Penyakit hati berat
g.      Gastroparesis diabetic

2.      Faktor yang berkaitan dengan dokter
a.    Pengendalian glukosa darah yang berat
b.    Pemberian obat yang berpotensi hipoglikemi
c.    Penggantian jenis insulin
IV.       PATOFISIOLOGI



DM




IDDM                                 NIDDM                                                                      


   Ketidakstabilan Insulin





Hiperglikemi

Program Therapi



                                                                        Salah                                             Hipoglikemi



     Benar                                                                                                    Otak kekurangan glukosa



    Koma hipoglikemi
Gula darah stabil                               

                                                                                                                 Meningkatan epineprin


Perubahan persepsi sensori b/d kurangnya suplai glukosa ke otak


                                                                                                                Vasokonstriksi vaskuler

                                                                                                       Kontraksi jantung meningkat

                                                                                                                                               CHF


V.          GEJALA DAN TANDA :
Gejala hipoglikemia terdiri dari dua fase :
1.      Fase I, gejala gejala akibat aktivasi pusat autonom di hipotalamus sehingga hormon epineprin dilepaskan. Gejala awal ini merupakan peringatan karena saat itu pasien masih sadar sehingga dapat diambilkan tindakan yang perlu untuk mengatasi hipoglikemi lanjut.
2.      Fase II, gejala gejala yang terjadi akibat mulai terganggunya fungsi otak, karena itu dinamakan gejala neurologis.

VI.       PEMERIKSAAN PENUNJANG :
Pemeriksaan gula darah sebelum dan sesudah suntikan dekstrosa.

VII.    PENATALAKSANAAN MEDIS :
1.      Bila pasien sadar, tindakan dapat dilakukan oleh pasien sendiri dengan minum larutan gula 10 – 30 g
2.      Bila pasien tidak sadar berikan suntikan dekstrosa 15 – 25 g. bila tindakan tersebut tidak bisa dilakukan, dioleskan madu atau sirup ke mukosa pipi.
3.      Bila koma hipoglikemi terjadi pada pasien dengan menggunakan terapi insulin, maka selain dekstrosa dapat juga disuntikan glukagon 1 mg (IM), terlebih bila suntikan dekstrose IV sulit dilakukan.
4.      Pemberian dekstrosa diteruskan dengan pemberian dekstrosa 10% 3 hari. Monitor gula darah tiap 3 – 4 jam dan kadar gula dipertahankan antara 90 – 180 mg%. Hipoglikemia karena sulfonilurea ini tidak efektif dengan pemberian glukagon.

VIII. MASALAH KEPERAWATAN :
v  Perubahan persepsi sensori b / d penurunan kadar glukosa pada otak
v  Kelelahan b.d penurunan produksi energi metabolik

IX.       RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN :
Dx 1 : Perubahan persepsi sesnsori (kehilangan kesadaran) b/d kurangnya suplai glukosa ke otak.
Tujuan  :     Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 jam diharapkan klien mencapai kesadaran maksimal
KH        :
·         Klien dapat mempertahankan tingkat mental biasanya
·         Klien dapat mengenali dan mengkompensasi adanya perubahan sensori
·         Gula darah dalam batas yang bisa ditoleransi (90 – 180 mg%.)

Intervensi :
1.      Pantau tanda tanda vital dan status mental klien
R/  sebagai dasar penemuan yang abnormal
2.      Panggil pasien dengan nama dan orientasikan dengan keadaan sekitsr
R/  menurunkan kebingungan dan membantu untuk mempertahankan kontak dengan klien
3.      Lindungi pasin dari cedera ketika tingkat kesadaran terganggu
R/  disorientasi merupakan awal kemungkinan timbul cedera
4.      Pertahankan keefektifan jalan nafas
R/  saat pasien tak sadar kemungkinan terjadi obstruksi jalan napas
5.      Kolaborasi dengan pengobatan sesuai indikasi
R/  meningkatkan tingkat kesadarn klien
6.      Kolaborasi pantau nilai laboratorium seperti gula darah
R/  ketidakseimbangan nilai lab (gula darah) dapat mempengaruhi fungsi mental

DX II : Kelelahan b.d penurunan produksi energi metabolik
Tujuan          : setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 jam diharapkan klien mengungkapkan peningkatan tingkat energi
KH        :
¨      Menunjukkan perbaikan kemampuan untuk berpartisipasi dalam aktivitas yang diinginkan
Intervensi :
1.       Diskusikan dengan klienaktifitas yang dapat menimbulkan kelelahan
R : Dapat meningkatkan motifasi untuk meningkatkan tingkat aktifitas
2.      Ajarkan aktifitas alternatif dengan periode istirahat yang cukup/tanpa diganggu
R : Mencegah kelelahan yang berlebihan
3.      Pantau nadi, frekuensi napas, TD
R : Mengindikasikan tingkat aktivitas yang dapat ditoleransi secara fisiologis
4.      Tingkatkan partisipasi pasien dalam melakukan aktifitas sehari-sehari sesuai toleransi klien
R : Meningkatkan kepercayaan diri/harga diri yang positif sesuai tingkat aktifitas yang ditoleransi
DAFTAR PUSTAKA

Arif Mansyoer Dkk. 2000. Kapita Selecta Kedokteran. Ed 2, Jakarta : Media Aesculapius
Doengoes, Marillyn. 1999. Rencana Asuhan Keperawatan Ed 2 Jakarta : EGC

Tidak ada komentar:

Posting Komentar